Rabu, 12 September 2012

Sumber-sumber Vitamin C Selain Jeruk

|0 komentar
Selain jeruk, ada beberapa bahan makanan lain yang banyak mengandung vitamin C, baik itu sayuran ataupun buah-buahan.
Berikut ini 10 sumber vitamin C yang baik untuk kesehatan selain jeruk.

1. Pepaya
Satu buah pepaya ukuran kecil sekitar 157 gram memiliki 95,6 miligram vitamin C. Secangkir pepaya yang dihaluskan memiliki 140 miligram. Pepaya memiliki kandungan vitamin A tinggi, kaya folat dan serat.

2. Paprika merah
Satu cangkir isi paprika merah yang telah diiris memiliki 190,3 miligram vitamin C. Pada paprika hijau memiliki 119,8 miligram.

3. Brokoli
Satu porsi brokoli sekitar 148 gram mengandung 132 miligram vitamin C

4. Kubis
Dua cangkir kubis memiliki 160,8 miligram vitamin C. Bahan sayuran ini kaya vitamin A, C, dan K, serta fitonutrien dan serat.

5. Stroberi
Satu porsi stroberi 147 gram memiliki 86,5 miligram vitamin C

6. Kiwi
Satu porsi buah kiwi memiliki kandungan vitamin C sebanyak 137,2 miligram

7. Kembang kol
Satu kepala kecil kembang kol dengan diamete empat inci memiliki 127,7 miligram vitamin C

8. Mini kol (brussels sprouts)
Brussels sprouts memiliki 48,4 miligram vitamin c. Sayuran ini kaya riboflavin, zat besi, mangesium, vitamin A dan kaya serat.

9. Ubi jalar
Ubi jalar tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Tapi, bahan makanan ini bisa dipertimbangkan karena satu ubi jalar besar mengandung 35,3 miligram vitamin C.

10. Blewah
Sama seperti ubi jalar, Blewah juga tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Satu porsi blewah memiliki 49,2 miligram vitamin C. (sumber: health.kompas.com)

Selasa, 11 September 2012

Zat Adiktif dalam Makanan yang Harus Dihindari Bumil

|0 komentar
Di bawah ini zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari Bumil karena berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil yang dapat berakibat buruk bagi kondisi kehamilan dan janin.


Oke, berikut ini 4 macam zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari oleh bumil seperti yang dikutip dari detikhealth.

1. Pemanis buatan

Beberapa jenis pemanis buatan baru-baru ini juga ditemukan dalam permen karet, minuman ringan, camilan dan bahkan makanan sehat seperti yoghurt sekalipun. Tubuh tidak dapat mengenali zat yang terkandung dalam pemanis buatan, sehingga ketika proses metabolisme tubuh mengolah zat asing tersebut akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Efek berbahaya dari pemanis buatan termasuk sakit kepala, pusing, kejang, gangguan penglihatan, dan stroke. Hal ini tentu saja dapat membahayakan kondisi seseorang yang sedang hamil.

Indikator umum bahwa produk makanan tertentu mengandung pemanis buatan adalah dengan memberikan label 'tanpa gula' atau 'diet'. Meskipun terlalu banyak gula buruk bagi kesehatan, tetapi gula jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pemanis buatan.

2. Monosodium glutamat (MSG)

MSG adalah penyedap rasa yang umumnya digunakan dalam masakan seperti sup, makanan ringan seperti keripik dan lain sebagainya. Zat aditif ini dikategorikan sebagai eksitoksin, yang menyebabkan sel-sel otak menjadi hiperaktif dalam aktivitasnya untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain.

MSG telah terbukti dapat meningkatkan risiko terhadap kanker, penyakit jantung, obesitas, dan gangguan perilaku yang berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang sedang hamil.

Sayangnya, untuk mengenali adanya kandungan MSG dalam makanan kemasan cukup sulit karena disamarkan dalam banyak nama. Cara terbaik untuk menghindari MSG adalah menghindari makanan cepat saji, makanan olahan dan makanan kemasan yang memiliki rasa gurih yang terlalu kuat.

3. Nitrat

Nitrat adalah zat aditif yang seringkali digunakan dalam daging, hot dog, dan sejenisnya. Ketika daging yang mengandung nitrat dimasak, akan dilepaskan suatu senyawa karsinogenik yang telah diketahui berhubungan dengan berbagai macam kanker.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bahan kimia ini selama kehamilan meningkatkan risiko yang lebih tinggi terhadap tumor otak pada anak. Nitrat awalnya digunakan untuk mengawetkan daging dan mencegah botulisme.

Tetapi para produsen daging kini menggunakannya untuk memberi warna sedikit kemerahan untuk menarik minat beli pelanggan. Berhati-hatilah dalam berbelanja daging dengan berbelanja di pasar lokal yang mungkin lebih aman.

4. Pestisida

Buah dan sayuran yang dijual secara komersial, umumnya dirawat dengan menggunakan pestisida dan herbisida oleh para petani agar mendapatkan hasil yang banyak dan bagus. Tetapi, bahan kimia ini dapat memiliki efek berbahaya pada janin, terutama selama tahap perkembangan.

Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah makan buah-buahan dan sayuran organik, menggunakan air filter karbon untuk menghilangkan zat aditif dari air minum, dan memilih untuk tidak menggunakan insektisida untuk membersihkan rumah dari serangga.


detikhealth

Teknik Menunda Ejakulasi Dini

|1 komentar
Ejakulasi dini menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai keluhan yang sering dialami pria. ED akan sangat mengganggu bagi hubungan suami istri, pria akan merasa kurang perkasa di depan pasangannya dan tentunya saja si pasangannya akan merasa tidak terpuaskan dalam berhubungan intim.

Pria bisa disebut mengalami ED jika ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. ED dibagi dua, ED primer dan ED sekunder.

ED Primer yaitu pria tidak dapat mengontrol ejakulasinya sejak asal ia berhubungan, sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir dia tidak dapat mengontrolnya lagi karena suatu sebab.

Untuk mengatasi ejakulasi dini cara yang paling efektif yaitu dengan melakuakan terapi seks. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bantuan istri.

Seperti yang dikutip dari kompas, pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.

Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.

2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.

3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.

4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.

Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.

Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi. (kompas)

Kanker Serviks Penyebab dan Cara Mencegahnya

|0 komentar
Kanker serviks atau  adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim, yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit paling banyak terjadi pada kaum wanita.

Di dunia, setiap 1 menit ada perempuan yang meninggal karena penyakit ini. Indonesia pun termasuk negara dengan kasus kanker serviks cukup tinggi: setiap 1 hari, 1 perempuan meninggal akibat penyakit yang juga disebut kanker leher rahim ini.

Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Penyebab kanker serviks
Kanker serviks disebabkan oleh human papilomavirus (HPV), sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat.

Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan. Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Melakukan hubungan intim pada usia dini ternyata bisa menyebabkan terkena kanker serviks, karena melakukan hubungan intim pada usia < 16 tahun dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks.
Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama dan terlalu sering melahirkan.

Mendeteksi kanker serviks
Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pada stadium awal kanker serviks hampir tidak menimbulan gejala apapun.
Gejala biasanya baru akan muncul setelah kanker mencapai tahap stadium lanjut. Sedangkan pada stadium ini, sel kanker sudah menyebar dan cukup sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, kanker serviks juga disebut sebagai the silent killer

Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear, yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks

Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti metode IVA (inspeksi visual) dengan asam asetat, yaitu dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks.

Metode lainnya yaitu Thin prep yang lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.

Mencegah Kanker Serviks
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pepatah itu sangat benar. Lebih baik mencegah kanker serviks dari pada kita sudah terserang penyakit tersebut.

Berikut ini beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam mencegah kanker serviks antara lain:

  • Pola makan yang sehat. Seperti makan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Stop merokok, karena penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Jangan gunta ganti pasangan dan hindari seks sebelum menikah atau pada usia sangat muda .
  • Menghindari seks selama masa haid untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Lakukan tes pap smear secara teratur, sebagai upaya pencegahan   
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV
  • Membersihkan organ intim (vagina toilet). Hal ini dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter ahli, untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran ataupun penyakit.
Semoga artikel tentang Kanker Serviks Penyebab dan Cara Mencegahnya dapat bermanfaat

Senin, 10 September 2012

Penyebab Keputihan Pada Wanita

|0 komentar
Keputihan merupakan masalah klasik bagi kaum wanita. Tidak sedikit wanita yang mengangap enteng masalah keputihan ini, padahal jika tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.

Akibat keputihan bisa menyebabkan kemandulan dan kehamilan ekpotik (hamil di luar kandungan). Keputihan juga bisa menjadi gejala awal kanker rahim, dan kanker rahim merupakan penyakit berbahaya yang jika tidak ditangani dengan baik bisa berakibat kematian. Soo, jadi jangan anggap enteng keputihan, ya.

Keputihan bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu keputihan yang bersifat fisiologis dan patalogis.

Keputihan fisiologis biasa terjadi pada masa subur dan saat sebelum dan sesudah menstruasi. Pada kondisi tersebut, biasanya sering terdapat lendir yang berlebih, hal tersebut hal normal. Biasanya tidak menyebabkan rasa gatal dan tidak berbau.

Ciri-ciri keputihan fisiologis biasanya cairan keputihannya encer, berwarna krem atau bening, tidak berbau, tidak menyebabkan gatal, dan jumlahnya terbilang sedikit.

Keputihan patalogis dinekal juga sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan patalogis sudah termaduk ke dalam jenis penyakit. Keputihan ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan daerah kewanitaan.

Bagi wanita hamil, harus hati-hati karena keputihan patalogis bisa mengakibatkan resiko bayi lahir premature dan bayi pun bisa terkena infeksi yang bisa beresiko mengalami gangguan pencernaan dan gangguan pernapasan hingga bisa mengalami kematian.

Ciri-ciri keputihan patalogis adalah seperti cairan bersifat kental, berwarna putih seperti susu atau berwarna kuninga atau bisa juga hijau. Keputihan ini menyebabkan gatal, memiliki bau yang tidak sedap, biasanya menyisakan bercak-bercak yang terlihat pada celana dalam, dan cairan yang keluar sangat banyak.

Penyebab keputihan
Faktor kebersihan. Jika organ kewanitaan tidak dirawat dengan baik akan menimbulkan baerbagai macam penyakit yang salah satunya adalah keputihan.

Stress. Ketika dalam kondisi stress akan menyebabkan terjadinya perubahan dan keseimbangan hormone dalam tubuh yang dapat menimbulkan keputihan.

Konsumsi obat-obatan. Penggunaan obat-obatan seperti obat anti biotik dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan keputihan

Selain yang diuraikan di atas, keputihan bisa disebabkan oleh jamur, parasit, bakeri, dan virus.

Jamur Monilia atau Candidas. Keputihan yang disebabkan oleh jamur ini memiliki ciri cairannya berwarna putih seperti susu, sangat kental, sangat berbau, dan menimbulkan rasa gatal.

Parasit trichomonas alat kelaminlis. Penularannya biasanya memlalui hubungan intim, bibir kloset, atau juga oleh perlengkapan mandi. Cirinya memiliki cairan yang sangat kental, berwarna kuning atau hijau, berbuih, dan berbau anyir, tidak menimbulkan gatal tapi jika ditekan alat kelamin akan terasa sakit.

Bakteri Gardnella. Ciri-ciri yang dimiliki cairan berwarna keabuan, sedikit encer, berbau amis dan berbuih, serta menimbulkan rasa gatal.

Virus. Keputihan ini timbul akibat penyakit kelamina (seperti HIV). Keputihan yang disebabkan oleh virus mempunyai ciri-ciri adanya luka yang melepuh di sekitar lubang alat kelamin, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal. Kanker serviks atau kanker mulut rahim dapat dipicu oleh keputihan akibat virus.

Minggu, 09 September 2012

Bagaimana Merawat Kemaluan Bayi Perempuan

|0 komentar
Vagina adalah area sensitif yang harus selalu dirawat dan dibersihkan. Daerah Miss V ini rentan akan rasa gatal, iritasi, bahkan infeksi, bahkan pada anak sekalipun.

Di bawah ini ada tips yang dikutip dari detikhealth tentang cara menjaga dan merawatnvagina anak balita Anda, terutama bagi ibu muda. Semoga bermanfaat.

1. Usap dengan cara yang benar

Ketika Anda mengganti popok, selalu bersihkan vagina balita Anda dari arah depan ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

2. Periksa celah-celah

Jika Anda akan mengganti popok balita Anda setelah buang besar, jangan lupa bersihkan celah-celah di sekitar vagina dan vulva anak Anda.

Tidak perlu untuk menghapus debit keputihan dalam vulva karena itu sangat normal. Tapi jika debit ini tiba-tiba mengalami perubahan jumlah, warna, atau bau maka periksakan anak Anda ke dokter.

3. Jangan menggunakan produk yang memungkinkan iritasi pada vagina

Penggunaan wewangian beralkohol, minyak, tisu, lotion, dan krim meningkatkan risiko iritasi vagina pada anak.

Jangan membuat anak Anda mandi busa karena dapat mengiritasi dan bahkan menyebabkan infeksi saluran kemih.

4. Jangan membiarkan anak Anda berlama-lama di bak mandi dengan air bekas sabun


Banyak balita suka menghabiskan waktu di bak mandi karena menyenangkan. Jangan biarkan anak Anda duduk di dalam bak mandi dengan air yang telah kotor oleh busa sampo dan sabun yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Setelah selesai mandi, cucilah vagina anak Anda dan bilas dengan air bersih, gunakan waslap untuk menghilangkan semua sisa sabun.

5. Jaga kelembaban vagina anak Anda

Jangan membiarkan popok atau pakaian anak dengan kondisi basah atau lembab karena dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar vagina. Pilihlah pakaian anak yang terbuat dari kain yang menyerap keringat karena keringat yang tertahan di area vagina juga dapat menyebabkan iritasi.

6. Periksakan kondisi vagina anak yang tidak sehat
Jika anak Anda tampak kesakitan setelah buang air kecil atau area vaginanya tampak merah, mungkin anak Anda menderita peradangan pada vagina atau vulva, yang disebut vaginitis, segera periksakan kondisi anak Anda tersebut ke dokter.


sumber: detikhealth

3 Hal Ini Harus Dihindari Saat Keputihan

|0 komentar
Keluhan yang sering dikemukakan oleh wanita adalah tentang keputihan. Keputihan disebabkan oleh infeksi di bagian kewanitaan yang biasanya oleh jamur candida, yang jika jamur ini tumbuh secara berlebihan akan menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal yang disebut keputihan.
Jika jamur ini tumbuh secara berlebih akan menyebabkan gatal, nyeri saat berhubungan intim atau bisa terdapat bercak darah.

Seperti yang dikutip detikhealth, Dr William Crook, MD dalam bukunya The Yeast Connection merekomendasikan orang yang memiliki infeksi Candida ini sebaiknya menghindari makanan berikut ini.

1. Hindari gula
Dr Crook menuturkan gula bisa meningkatkan pertumbuhan ragi atau jamur, untuk itu asupan karbohidrat total per hari sebaiknya dibatasi. Sebagai contoh selama 2-3 minggu awal diet, asupan karbohidrat dibatasi kurang dari 60 gram per hari tergantung usia, kondisi kesehatan dan tingkat aktivitas.

Sebagai gantinya tingkatkan makanan seperti daging, ayam, kalkun, sayuran non-tepung, kacang-kacangan. Jika gejala sudah mereda maka secara bertahap kadar karbohidratnya ditingkatkan.

Kandungan gula ini bisa didapat dari berbagai jenis makanan dan minuman seperti minuman soda, cracker, alkohol serta minuman jus yang ditambah dengan gula. Serta buah yang memiliki kandungan glikemik tinggi seperti pisang, jagung manis, anggur.

2. Hindari makanan yang mengandung ragi
Dalam hal ini termasuk makanan fermentasi seperti roti yang dibuat dengan ragi, keju, pasta tomat, jamur dan bir. Meski begitu belum ada pembatasan untuk jumlah makanan ragi ini.

3. Hindari mengonsumsi buah-buahan yang sudah dikeringkan
Hal ini karena buah yang dikeringkan mengandung kadar gula fruktosa yang tinggi. Jika ingin konsumsi buah sebaiknya pilih buah dengan kadar gula rendah seperti apel, jeruk, melon dan strawberry.

sumber: detikhealth

5 Penyakit yang Harus Diwaspadai Wanita

|0 komentar
Kalau ingin sehat maka kita harus menerapkan pola hidup sehat dan apabila pola hidup tak sehat maka penyakit-penyakit berbahaya bisa menghampiri.

Berikut ini info bagi wanita tentang penyakit yang paling banyak menghantui wanita seperti yang dikutip detikhealth

1. Osteoporosis
Begitu wanita memasuki usia 40 tahun atau mulai mengalami menopause, sakit dan nyeri seperti sudah menjadi teman setianya. Pengobatan osteoporosis menjadi sulit karena jarang terdiagnosis sebelum wanita mulai mengalami kerapuhan tulang. Penyebabnya adalah kekurangan kalsium.

Selain itu, pengurangan pasokan alami hormon estrogen ketika menopause dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta fungsi organ dalam tubuh dan perubahan dalam kesehatan secara keseluruhan. Inilah yang menyebabkan wanita menopause rentan terhadap osteoporosis.

2. Serangan jantung
Data statistik 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa serangan jantung pada wanita semakin meningkat dan jumlah wanita yang bertahan hidup hanya beberapa.

3. Depresi
Depresi pada wanita semakin merajalela dan hasilnya benar-benar menyeramkan. Baru-baru ini ditemukan bahwa ketidakseimbangan hormonal yang terjadi pada wanita setelah menopause bisa menjadi penyebab terbesar depresi, yang menyebabkan ledakan psikotik dan bunuh diri.

4. Kanker serviks dan payudara
Kanker serviks dan payudara adalah pembunuh nomor satu di kalangan wanita. Setiap wanita harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur untuk membantu mendeteksi kanker payudara lebih dini. Untuk kanker serviks, lakukan vaksin atau pemeriksaan pap smear bila Anda sudah pernah berhubungan intim.

5. PCOS (Poly Cystic Ovaries)
PCOS merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan masalah-masalah lainnya.

Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Gejala yang paling terlihat adalah perubahan siklus pada menstruasi, bisa lebih sering atau lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh pada proses ovulasi.


sumber: detikhealth

Tips Merawat Payudara Tetap Kencang

|0 komentar
Setiap wanita pasti menginginkan memiliki payudara yang indah, kencang dan halus. Untuk itu, wanita harus pandai untuk merawatnya karena kulit payudara sangat tipis dan mudah kehilangan kelembabannya

Di bawah ini cara yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan kehalusan dan kekecangan payudara Anda

Pijat Hydro
Teknik pijat hydro merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari kerutan yang timbul lebih cepat di area payudara. Pijat hydro dapat dilakukan sendiri. Pijatlah payudara yang telah dibasuh air dingin, lalu pijatlah searah jarum jam selama 10 menit. Berikan perhatian khusus pada lipatan ketiak dan daerah bawah payudara Anda. Pijatan ini berfungsi untuk mengalirkan peredaran darah dan mengencangkan payudara.

Pijat dengan es batu susu
Anda juga bisa melakukan pijatan dengan air susu yang telah dibekukan. Pijatlah payudara menggunakan es batu susu tersebut, namun Anda harus melakukannya perlahan, karena kulit payudara sangat sensitif. Cara ini bermanfaat untuk melembutkan, mencerahkan dan mengencangkan payudara.

Masker
Bukan hanya wajah saja yang bisa di masker, payudara pun perlu di masker untuk mendapatkan kembali kelembutannya. Caranya dengan menghancurkan pisang, tambahkan dua tetes minyak zaitun dan terapkan pada payudara. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas dengan air hangat.

Olahraga
Cara lain untuk mengencangkan payudara adalah dengan olahraga. Rajin melakukan push up sangat berguna untuk kekencangan otot-otot payudara.

Latihan lain untuk mengencangkan payudara adalah dengan menggunakan barbel. Berbaringlah, tekuk lutut dan angkatlah barbel dengan kedua tangan secara bersamaan. Lalu tarik ke bawah tangan Anda perlahan-lahan. Ulangi hingga 10 kali.

Sumber: wolipop