Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2012

Jangan Abaikan Keputihan Saat Hamil

|0 komentar
Tidak sedikit perempuan yang terserang keputihan ketika hamil. Sebenarnya keputihan tersebut hal yang biasa tapi bisa juga kondisi tersebut berbahaya. Jadi, diharapkan wanita hamil jangan sepelekan keputihan saat hamil, apalagi pada trimester pertama dimana kondisi janin masih sangat lemah sehingga membutuhkan perawatan lebih, termasuk dalam menjaga kebersihan vagina.

Keputihan ini merupakan salah satu gejala terjadinya infeksi pada vaniga. Hal ini terjadi akibat terganggunya keseimbangan normal bakteri “baik” akibat bakteri “jahat” yang tumbuh pesat di vagina.

Bakteri jahat yang tumbuh di vagina ini akan membuat pH (tingkat keasaman) vagina meningkat.
Kondisi pH vagina yang normal berada pada kisaran 4,5 ke bawah. Tapi ketika aktivitas bakteri yang meningkat dapat mengakibatkan keputihan serta meningkatkan kadar pH-nya sampai angkat tujuh.

Pada wanita hamil, infeksi bakteri ini akan mengganggu perkembangan janin, dan merusak sel-sel ketuban sehinggan meningkatkan resiko ketuban pecah sebelum waktunya.

Apalagi jika keputihan tersebut ditandai dengan adanya lendir yang berwarna putih kehijauan dan berbau juga bisa berakibat pada kelahiran bayi premature. Bahkan sekitar 50 persen kelahiran bayi prematur disebabkan oleh infeksi vagina akibat bakteri.

Bayi yang lahir premature bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti lumpuh otak, kebutaan, sampai gangguan kognitif. Keputihan juga bisa meningkatkan risiko kematian bayi sampai dengan 40 kali lipat.

Dan perlu diingat ya, ketika mengalami keputihan saat hamil, jangan sembarangan minum obat anti keputihan. Untuk lebih tepatnya, konsultasikan dengan dokter agar keputihannya bisa diobati tanpa mengganggu jabang bayi.

Soo, bu… jangan anggap enteng keputihan, ya..  J

Minggu, 16 September 2012

5 Tips Mencegah Sakit Punggung Saat Hamil

|0 komentar
Masa kehamilan merupakan masa yang menyenangkan sekaligus masa yang berat bagi seorang ibu, khusunya bagi ibu muda. Karena, seiring bertambahnya usia kehamilan, maka semakin berat beban yang harus ditopang. Jadi, janganlah heran jika ada ibu hamil yang pernah mengalami sakit punggung ketika sedang mengandung.

Tapi jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin berguna dan bisa dicoba bagi ibu hamil agar bisa terhindar dari masalah sakit atau pegal pada punggung seperti yang dilansir oleh vemale

1. Lakukan Kegiatan Fisik
Dalam kondisi kehamilan yang sehat, Anda bisa melakukan banyak aktivitas seperti saat sebelum hamil, tentu saja dengan batasan-batasan tertentu. Biarkan tubuh Anda bergerak melakukan berbagai kegiatan ringan, misalnya memasak, jalan santai saat sore atau pagi hari dan berbagai aktivitas fisik ringan yang membuat tubuh bergerak.

2. Duduk Dengan Posisi Tepat
Jika Anda bekerja di kantor dan harus duduk dalam waktu yang lama, pastikan kursi Anda cukup nyaman. Kursi harus menopang pinggul hingga seluruh punggung. Jika kursi kantor dirasa tidak nyaman, bawa bantal dengan ketebalan yang nyaman untuk Anda sebagai penyangga.
Pastikan kaki Anda berpijak pada lantai atau berada pada pijakan meja dengan nyaman. Jangan pernah duduk sambil menyilangkan kaki atau menopang satu kaki di atas kaki yang lain. Sesekali (sekitar 30 menit sekali) berdirilah dan berjalan sebentar di sekitar kantor agar punggung Anda tidak pegal.

3. Ganti Posisi Perlahan
Dimulai sejak kehamilan masih kecil, biasakan untuk berpindah posisi dengan gerakan perlahan. Ketika Anda sedang duduk dan akan berdiri, lakukan perlahan. Demikian juga saat Anda akan duduk. Gerakan yang pelan akan membuat punggung Anda nyaman dan tidak tersentak. Demikian juga saat melakukan kegiatan lain, lakukan perlahan.

4. Hindari Membungkuk
Ibu hamil tidak disarankan membungkuk, apalagi membungkuk sambil mengangkat atau membawa barang. Beban pada perut akan menarik punggung sehingga bisa mengakibatkan nyeri bahkan cedera. Jika Anda ingin mengambil barang yang terjatuh di lantai atau mengangkat barang (yang ringan sekalipun), usahakan tidak membungkuk. Lebih baik tekuk kedua lutut Anda hingga tubuh merendah, ambil barang, lalu luruskan kembali lutut.

5. Memakai Penopang Punggung
Jika Anda ingin mencegah nyeri punggung dan menjaga postur tubuh tetap sehat saat kehamilan, Anda bisa memakai penopang punggung khusus untuk ibu hamil. Penopang tersebut bisa berupa bebat khusus untuk bagian punggung dan perut (bisa Anda beli di apotik atau toko perlengkapan ibu hamil), termasuk bra dan celana dalam khusus ibu hamil. Sesekali, minta bantuan suami untuk memberi pijatan ringan di bagian punggung Anda.

Semoga bermanfaat dan semoga kehamilan Anda lancar dan nyaman :)


sumber

Jumat, 14 September 2012

Benarkah Bayi Lahir Normal, IQ-nya Lebih Tinggi?

|2 komentar
Proses persalinan bisa terjadi secara normal maupun caesar. Kalau diamati, sebagian wanita ingin melahirkan secara normal, sebagian lagi harus caesar karena sesuatu hal, bahkan ada beberapa lagi ingin melahirkan caesar walaupun bisa melahirkan normal.

Info ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan dan pengetahuan bagi Anda, khususnya ibu hamil, yang dikutip dari vemale.

Penelitian terbaru dari Yale University, AS, menyatakan bahwa bayi yang terlahir secara normal kemungkinan besar memiliki tingkat intelejensia (IQ) yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui operasi sesar.

Menurut para ilmuwan, saat ibu menjalani proses persalinan secara normal, secara bersamaan otak bayi akan meningkatkan kadar protein yang bernama UCP2. Protein ini dapat membantu meningkatkan intelejensia bayi, seiring bertambahnya usia mereka.

Protein UCP2 pada bayi yang terlahir secara normal, dapat membantu mengembangkan daya ingat mereka. Menurut para ilmuwan ini, daya ingat adalah komponen penting pada intelegensia manusia, sebagaimana dilansir dari DailyMail.

Penemuan ini terungkap, setelah para ilmuwan melakukan penelitian terhadap beberapa bagian otak hippocampal pada beberapa ekor bayi tikus, yang terlahir secara normal dan secara sesar. Para peneliti menyimpulkan bahwa bayi tikus yang terlahir melalui operasi sesar, memiliki kadar protein UCP2 yang lebih rendah. Hasilnya, saat dewasa, tikus ini mengalami gangguan perilaku.

Protein ini juga memiliki keunggulan untuk membantu meningkatkan peluang menyusui untuk bayi yang baru lahir.

Secara bersamaan penemuan ini juga menimbulkan kontroversi mengenai proses persalinan sesar. Dikatakan bahwa proses kelahiran secara sesar dapat meningkatkan risiko pendarahan dalam dan dapat memicu masalah reproduksi pada ibu sesudahnya.

Seorang peneliti yang hasil penelitiannya disiarkan pada jurnal kesehatan PLoS ONE, Dr Tamas Horvath, mengatakan bahwa penemuan tersebut mengungkap peranan penting protein UCP2 pada perkembangan sirkuit otak bayi yang terkait dengan perilaku.

"Meningkatnya prevalensi ibu bersalin secara sesar, dipicu oleh rasa nyaman yang mereka harapkan, dibandingkan dengan pentingnya efek jangka panjang yang berpengaruh pada perkembangan otak bayi serta fungsinya," ujar Horvarth.

Dia menambahkan, bahwa proses kelahiran secara normal memicu ekspresi protein UCP2 di dalam otak.

"Ekspresi UCP2 ini hilang saat tikus dilahirkan melalui proses bersalin secara sesar," kata Horvarth.
UCP2 yang hilang, dapat menghambat kerja otak terutama hippocampal, yang terkait dengan perilaku saat seseorang beranjak dewasa.


source: vemale.com

Rabu, 12 September 2012

Cara Merawat Payudara Semasa Hamil

|0 komentar
Ibu hamil (bumil) yang usia kehamilannya sudah mencapai 5 bulan, diharuskan melakukan perawatan payudara untuk persiapan menyusui.

Perawatan payudara tersebut bisa dilakukan saat mandi maupun setelah mandi. Berikut ini caranya.

1.      Setelah dibersihkan, oleskan dengan baby oil.
2.      Lakukan pemijatan disekeliling payudara dengan kedua tangan searah jarum jam, kemudian berbalik berlawanan dengan jarum jam.
3.      Melakukan pemijatan dari bawah menuju putting (bukan memijat putting).
4.      Mengetuk-ketuk payudara dengan ruas jari untuk memperlancar peredaran darah di payudara
5.      Membersihkan putting menggunakan kapas dan bay oil, lalu bersihkan payudara dan putting dengan air hangat, kemudian air dingin dan keringkan dengan handuk.
6.      Lakukan pemijatan secara rutin.

Semoga bermanfaat artikel Cara Merawat Payudara Semasa Hamil ini.

Selasa, 11 September 2012

Zat Adiktif dalam Makanan yang Harus Dihindari Bumil

|0 komentar
Di bawah ini zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari Bumil karena berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil yang dapat berakibat buruk bagi kondisi kehamilan dan janin.


Oke, berikut ini 4 macam zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari oleh bumil seperti yang dikutip dari detikhealth.

1. Pemanis buatan

Beberapa jenis pemanis buatan baru-baru ini juga ditemukan dalam permen karet, minuman ringan, camilan dan bahkan makanan sehat seperti yoghurt sekalipun. Tubuh tidak dapat mengenali zat yang terkandung dalam pemanis buatan, sehingga ketika proses metabolisme tubuh mengolah zat asing tersebut akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Efek berbahaya dari pemanis buatan termasuk sakit kepala, pusing, kejang, gangguan penglihatan, dan stroke. Hal ini tentu saja dapat membahayakan kondisi seseorang yang sedang hamil.

Indikator umum bahwa produk makanan tertentu mengandung pemanis buatan adalah dengan memberikan label 'tanpa gula' atau 'diet'. Meskipun terlalu banyak gula buruk bagi kesehatan, tetapi gula jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pemanis buatan.

2. Monosodium glutamat (MSG)

MSG adalah penyedap rasa yang umumnya digunakan dalam masakan seperti sup, makanan ringan seperti keripik dan lain sebagainya. Zat aditif ini dikategorikan sebagai eksitoksin, yang menyebabkan sel-sel otak menjadi hiperaktif dalam aktivitasnya untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain.

MSG telah terbukti dapat meningkatkan risiko terhadap kanker, penyakit jantung, obesitas, dan gangguan perilaku yang berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang sedang hamil.

Sayangnya, untuk mengenali adanya kandungan MSG dalam makanan kemasan cukup sulit karena disamarkan dalam banyak nama. Cara terbaik untuk menghindari MSG adalah menghindari makanan cepat saji, makanan olahan dan makanan kemasan yang memiliki rasa gurih yang terlalu kuat.

3. Nitrat

Nitrat adalah zat aditif yang seringkali digunakan dalam daging, hot dog, dan sejenisnya. Ketika daging yang mengandung nitrat dimasak, akan dilepaskan suatu senyawa karsinogenik yang telah diketahui berhubungan dengan berbagai macam kanker.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi bahan kimia ini selama kehamilan meningkatkan risiko yang lebih tinggi terhadap tumor otak pada anak. Nitrat awalnya digunakan untuk mengawetkan daging dan mencegah botulisme.

Tetapi para produsen daging kini menggunakannya untuk memberi warna sedikit kemerahan untuk menarik minat beli pelanggan. Berhati-hatilah dalam berbelanja daging dengan berbelanja di pasar lokal yang mungkin lebih aman.

4. Pestisida

Buah dan sayuran yang dijual secara komersial, umumnya dirawat dengan menggunakan pestisida dan herbisida oleh para petani agar mendapatkan hasil yang banyak dan bagus. Tetapi, bahan kimia ini dapat memiliki efek berbahaya pada janin, terutama selama tahap perkembangan.

Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah makan buah-buahan dan sayuran organik, menggunakan air filter karbon untuk menghilangkan zat aditif dari air minum, dan memilih untuk tidak menggunakan insektisida untuk membersihkan rumah dari serangga.


detikhealth